Rabu, 12 Februari 2025

Lagi, Polda Kalbar Amankan 6 Tersangka Kasus Narkoba Di Dua Tempat Berbeda


PONTIANAK, Polda Kalbar – Kepolisian Daerah Kalimantan Barat kembali mengungkap kasus tindak pidana Narkotika. Keberhasilan ini digelar dalam konferensi pers yang dipimpin Dirresnarkoba Polda Kalbar Kombes Pol. Thelly Iskandar Muda, S.I.K. bertempat di kantor Direktorat Reserse Narkoba, pada Rabu (12/2).


Tindak pidana narkotika yang berhasil diungkap kali ini terdiri dari dua kasus, yaitu  hasil pengungkapan oleh Satresnarkoba Polres Kubu Raya dengan jumlah barang bukti narkoba jenis sabu seberat 2.011,76 gram, dan hasil pengungkapan oleh Ditresnarkoba Polda Kalbar dengan jumlah barang bukti narkoba jenis sabu seberat 991,14 gram, sehingga dari dua kasus tersebut didapat jumlah barang bukti narkoba jenis sabu yang berhasil disita sebanyak 3002,9 gram.


“Dari pengungkapan yang dilakukan Satresnarkoba Polres Kubu Raya, kami telah mengamankan 4 (empat) tersangka yang bertindak sebagai kurir yaitu EN, EM, SU dan NW di Bandara Supadio Pontianak pada Sabtu (1/2) yang terbukti membawa sabu seberat 2.011,76 gram yang disimpan dalam sandal yang mereka pakai saat akan mengantarkan barang haram tersebut dengan tujuan Surabaya kepada seseorang dengan inisial MN.”, ungkap Thelly.

Dari keterangan SU dan NW, mereka mendapatkan narkotika jenis sabu dari RN dan diperintahkan oleh RN untuk membawakan sabu tersebut kepada seseorang di Surabaya, dan dari mengantarkan sabu itu SU dan NW mendapatkan upah sebesar 10 juta rupiah. Atas perbuatannya, keempat tersangka dikenakan pasal 114 ay (2) dan atau pasal 112 ay (2) jo pasal 132 ay (1) UU No 35 Tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman maksimal hukuman mati atau pidana penjara seumur hidup.


“Sedangkan untuk pengungkapan yang dilakukan oleh Ditresnarkoba Polda Kalbar, kami berhasil mengamankan sepasang suami istri pada hari Kamis (30/1) yaitu NS yang kami amankan di kantor jasa pengiriman barang di Sungai Ambawang saat akan mengirimkan paket sabu seberat 991,14 gram yang dikemas dalam sebuah bantal yang akan dikirimkan ke Sidoarjo, dari NS selanjutnya diketahui bahwa yang memerintahkan pengiriman tersebut adalah suaminya yaitu FN, dari situ di hari yang sama kami mengamankan FN di rumahnya di Desa Ambawang.”,  lanjut Thelly.


Berdasarkan keterangan FN, barang haram tersebut didapat dari sesorang dengan inisial WU di Beting, kemudian FN memerintahkan istrinya (NS) untuk mengirimkannya ke Sidoarjo melalui jasa pengiriman barang di Ambawang, dan akan diberi upah sebesar 5 juta rupiah apabila barang tersebut sudah sampai ke tangan penerimanya di Sidoarjo. Atas perbuatannya, kedua tersangka dikenakan pasal 114 ay (2) dan atau pasal 112 ay (2) jo pasal 132 ay (1) UU No 35 Tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman maksimal hukuman mati atau pidana penjara seumur hidup.


Menanggapi pengungkapan kasus tersebut, Kabidhumas Polda Kalbar Kombes Pol. Dr. Bayu Suseno, S.H., S.I.K., M.M., M.H. menyatakan bahwa pengungkapan tindak pidana narkotika ini merupakan bukti nyata dari komitmen Polda Kalbar dalam rangka memberantas peredaran narkoba di wilayah hukum Polda Kalimantan Barat.


"Polda Kalbar dan jajaran akan berkomitmen untuk memberantas dan memerangi tindak pidana narkotika guna menyelamatkan generasi penerus bangsa.", pungkas Kabidhumas.

Salam Hormat kami
Humas Polda Kalbar

Wassalammualaikum Wr.Wb 

Kombes Pol Dr.Bayu Suseno, S.H, S.I.K, M.M, M.H
Kabidhumas Polda Kalbar

Selasa, 11 Februari 2025

Polres Kubu Raya Pastikan Kelancaran Lalu Lintas dengan Strong Point Pagi


TBNEWSPOLRESKUBURAYA.COM, KUBU RAYA - Satlantas Polres Kubu Raya, Polda Kalimantan Barat, menggelar kegiatan Strong Point pagi sebagai langkah menciptakan keamanan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (kamseltibcarlantas) yang kondusif. Kegiatan ini berlangsung pada Rabu (12/2) pagi di sejumlah titik rawan kemacetan dan kecelakaan di wilayah hukum Polres Kubu Raya.

Kasat Lantas Polres Kubu Raya, AKP Supriyanto, melalui Kasubsi Penmas, Aiptu Ade, mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya kepolisian dalam mengurangi kemacetan serta meningkatkan keselamatan pengguna jalan.

"Pagi hari adalah waktu krusial karena masyarakat memulai aktivitas, seperti berangkat kerja dan sekolah. Kehadiran petugas di titik rawan sangat penting untuk mencegah kemacetan dan menghindari kecelakaan," ujar Ade.

Menurutnya, kegiatan Strong Point bukan hanya bentuk pengaturan lalu lintas semata, tetapi juga menjadi wujud nyata kepedulian Polres Kubu Raya dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat di jalan raya.

"Kami ingin memastikan masyarakat merasa lebih aman dan nyaman saat berkendara. Ini adalah langkah proaktif kami dalam menegaskan komitmen menjaga ketertiban dan keselamatan lalu lintas," tambahnya.

Ade juga mengajak masyarakat untuk ikut berperan aktif dalam menciptakan ketertiban di jalan raya dengan selalu mematuhi aturan lalu lintas serta menghormati sesama pengguna jalan.

"Kami menghimbau kepada seluruh pengguna jalan agar selalu mematuhi rambu-rambu lalu lintas dan mengikuti arahan petugas. Kerjasama antara petugas dan masyarakat sangat dibutuhkan demi kelancaran dan keselamatan bersama," tegasnya.

Kegiatan Strong Point pagi ini akan terus dilakukan secara rutin guna memastikan kondisi lalu lintas tetap kondusif dan masyarakat dapat beraktivitas dengan nyaman tanpa gangguan kemacetan maupun potensi kecelakaan.





Penulis : Humas_cpt_ltr2002
Editor : Aiptu Ade

follow up : web resmi Polres Kubu Raya ( tbnewspolreskuburaya.com)

Call Centre NAMPONG KELOH Polres Kubu Raya :
Instagram @polreskuburaya/@kapolreskuburaya
Email polreskuburaya@gmail.com

Senin, 10 Februari 2025

Kisah Bripka Joko Hadi, Polisi yang Mengabdikan Diri sebagai Penggali Kubur Gratis untuk Warga Kurang Mampu


Jakarta – Di balik tugasnya sebagai anggota Polsek Samarinda Ulu, Polresta Samarinda, Bripka Joko Hadi Aprianto memiliki pengabdian luar biasa. Selama bertahun-tahun, ia menjadi penggali kubur gratis bagi warga kurang mampu di Samarinda, Kalimantan Timur.

Dedikasi Bripka Joko dalam membantu masyarakat mengantarkannya menjadi kandidat Hoegeng Awards 2025. Usulan ini datang dari Hendy Saputra, seorang warga Samarinda Kota yang mengenalnya saat menjadi pemandu rombongan umrah Bripka Joko tahun lalu.

"Pak Joko itu salah satu jemaah kami tahun lalu. Profesi utamanya memang polisi, tapi orang lebih mengenalnya sebagai penggali kubur dan relawan," ujar Hendy, Senin (10/2/2025).

Menurut Hendy, Bripka Joko adalah sosok polisi yang istimewa. Ia bukan hanya dikenal karena dedikasinya membantu masyarakat, tetapi juga karena kepribadiannya yang ramah dan mudah bergaul.

"Orangnya ramah dan mudah bergaul. Saat di Mekah dan Madinah, beliau bahkan dengan sukarela membantu memandu jemaah lain, meskipun tidak memiliki latar belakang sebagai tour leader umrah," tambah Hendy.

Bripka Joko mengisahkan bahwa profesi penggali kubur sudah ia jalani sejak duduk di bangku SMP, jauh sebelum menjadi anggota Polri. Saat itu, kondisi ekonomi keluarganya mengharuskannya mencari tambahan penghasilan.

"Saya mulai jadi penggali kubur sejak kelas 2 SMP. Ayah saya seorang polisi tamtama dan memiliki tujuh anak, termasuk saya yang keempat. Gaji polisi saat itu tidak seberapa, jadi saya mencari tambahan sendiri," tutur Bripka Joko.

Di masa SMP, ia memperoleh upah Rp 20.000 hingga Rp 35.000 per pemakaman. Hingga akhirnya, pada tahun 2005, sang ayah mendorongnya untuk mendaftar sebagai polisi. Setelah lulus pendidikan dan ditempatkan kembali di Samarinda, ia tetap melanjutkan pengabdian sebagai penggali kubur.

Selama lima tahun terakhir, Bripka Joko juga dipercaya menjadi ketua pemakaman di wilayah tempat tinggalnya. Ia bertanggung jawab mengelola lahan kuburan, menggaji tim penggali kubur, serta mengurus pemakaman bagi warga yang membutuhkan.

"Saya mengelola tanah kuburan milik Pemerintah Samarinda. Selain itu, saya juga mewakafkan tanah warisan dari ayah saya untuk dijadikan pemakaman warga," ungkapnya.

Bagi keluarga kurang mampu, jasa penggalian kubur yang dilakukan Bripka Joko diberikan secara gratis. Namun, ia tetap menggaji tim penggali kubur yang membantunya, bahkan jika harus menggunakan uang pribadinya.

"Kalau untuk warga tidak mampu, pasti saya gratiskan. Tapi saya tetap harus membayar orang-orang yang membantu saya menggali. Kadang ada warga mampu yang memberi sukarela, bisa Rp 300 ribu, Rp 500 ribu, hingga Rp 1 juta. Tapi kalau yang kurang mampu, murni gratis," jelasnya.

Meskipun harus mengeluarkan uang sendiri setiap bulan, hal itu tidak menjadi masalah baginya. Bripka Joko menganggap ini sebagai ladang amal, bukan sekadar pengorbanan materi.

"Kalau dihitung secara duniawi, saya rugi. Tapi hadiahnya bukan kipas angin, hadiahnya surga," ujarnya sambil tersenyum.

Sebagai bentuk kepeduliannya, Bripka Joko berharap bisa mendapatkan tanah wakaf untuk memperluas lahan pemakaman warga. Bahkan, ia menolak berbagai penghargaan dan kesempatan sekolah perwira demi perjuangan tersebut.

"Tahun 2014, saya dapat penghargaan, saya tolak. Saya berharap mendapatkan tanah wakaf kuburan. Tahun 2023, saya dapat penghargaan dari wali kota, saya tolak lagi dengan harapan yang sama. Tahun 2024, saya didatangi Kapolri dan ditawari sekolah perwira, tapi saya tetap meminta tanah wakaf," tegasnya.

Menurut Bripka Joko, warga sekitar semakin kesulitan mendapatkan lahan pemakaman karena keterbatasan tempat.

"Kalau saya mau berpikir untuk diri sendiri, saya bisa ambil kesempatan sekolah perwira gratis. Tapi ini soal kebutuhan warga. Kasihan mereka kalau lahan makin sempit," pungkasnya.

Pengabdian Bripka Joko menjadi bukti bahwa seorang polisi bisa lebih dari sekadar aparat penegak hukum. Dengan ketulusan hati, ia telah menjadi pahlawan bagi banyak keluarga yang berduka.

Minggu, 09 Februari 2025

MEWAKILI KAPOLSEK RASAU JAYA, IPTU LEGIMAN KANIT SAMAPTA POLSEK RASAU JAYA MELAKSANAKAN KEGIATAN MENJADI PEMBINA UPACARA BENDERA DI SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN NEGERI 1 RASAU JAYA

Rasau Jaya - Senin, 10 Februari 2025. Bertempat di Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 1 Rasau Jaya, mewakili Kapolsek Rasau Jaya, Iptu Legiman Kanit Samapta Polsek Rasau Jaya melaksanakan kegiatan menjadi Pembina Upacara Bendera. 

Arahan singkat yang disampaikan sebagai berikut :

Pertama, marilah kita bersyukur kepada Allah subhanahu wataala, Tuhan Yang Maha Kuasa, atas segala nikmat dan karunia yang terlimpahkan kepada kita, keluarga, dan seluruh bangsa Indonesia.

Kedua, saya mengucapkan permohonan maaf seyogyanya Kapolsek Rasau Jaya yang menghadiri namun adanya kegiatan tidak bisa menghadiri namun tidak mengurangi kegiatan pembina upacara di SMK N 1 Rasau Jaya. 

Diharapkan para siswa dapat mematuhi aturan sekolah hindari pelanggaran tata tertib sekolah patuhi Guru serta hindari tindak pidana. 

Para siswa agar tidak menggunakan narkoba, dalam pergaulan serta menjahui pelanggaran luar sekolah yang dapat mengganggu siswa dalam jenjang pendidikan kedepannya. 

Polri membuka rekrutmen Polri khususnya SMK agar para siswa dapat menyiapkan diri melalui fisik jasmani mental kepribadian serta akademik.

(Humas Polsek Rasau Jaya)


Kurang dari 24 Jam, Jatanras Polres Kubu Raya Tangkap Pencuri Motor di Pontianak Timur

TBNEWSPOLRESKUBURAYA.COM, KUBU RAYA – Kerja cepat dan terkoordinasi ditunjukkan oleh Tim Jatanras Polres Kubu Raya. Seorang pria berinisial AAK (41), warga Kecamatan Pontianak Timur, berhasil diamankan saat hendak menjual sepeda motor hasil curian di kawasan Pontianak Timur pada Sabtu (8/2) malam.

Kasat Reskrim Polres Kubu Raya, IPTU Hafiz Febrandani melalui Kasubsi Penmas, Aiptu Ade menerangkan, kasus ini bermula ketika korban melaporkan kehilangan sepeda motor Suzuki Satria FU dengan nomor polisi KB 2831 QM yang diparkir di depan rumah kontrakannya di Gang Harimurti, Desa Kapur, Kecamatan Sungai Raya. Menindaklanjuti laporan tersebut, Tim Jatanras Polres Kubu Raya segera melakukan penyelidikan intensif.

” Sekitar pukul 22.00 WIB, unit Opsnal Reskrim Kubu Raya mendapatkan informasi dari warga bahwa ada seorang pria yang tengah mencari pembeli untuk sebuah sepeda motor dengan ciri-ciri identik dengan motor yang hilang. Setelah mendalami informasi tersebut, ternyata pelaku berada di sebuah rumah di Jalan Tanjung Raya 2, Kecamatan Pontianak Timur,” terang Kasubsi Penmas Polres Kubu Raya, Aiptu Ade, Senin (10/2).

Tanpa membuang waktu, tim gabungan yang terdiri dari Jatanras Polres Kubu Raya, Polresta Pontianak, dan unit lidik Polsek Pontianak Timur langsung bergerak menuju lokasi yang dimaksud. Dengan koordinasi yang rapi, petugas menyusun strategi guna mencegah pelaku kabur. Begitu sampai di lokasi, tim segera melakukan pengamatan dan memastikan keberadaan target.

” Pelaku tak berkutik ketika tim gabungan mengamankannya beserta barang bukti satu unit sepeda motor Suzuki Satria FU yang nomor rangka dan mesinnya sesuai dengan motor milik korban,” kata Ade.

Saat diinterogasi, AAK mengakui perbuatannya dan menjelaskan bahwa ia telah melakukan pencurian sepeda motor di Gang Harimurti, Dusun Parit Mayor, Desa Kapur, Kecamatan Sungai Raya. Tim pun langsung membawanya ke Polres Kubu Raya guna proses hukum lebih lanjut.

” Kami dari Polres Kubu Raya mengimbau kepada masyarakat agar lebih berhati-hati dalam memarkir kendaraannya serta segera melaporkan jika terjadi tindak pidana. Polres Kubu Raya akan terus berupaya memberikan rasa aman bagi warga,” ujar Ade.

 

Penulis : Humas_cpt_ltr2002
Editor : Aiptu Ade

follow up : web resmi Polres Kubu Raya ( tbnewspolreskuburaya.com)

Call Centre NAMPONG KELOH Polres Kubu Raya :
Instagram @polreskuburaya/@kapolreskuburaya
Email polreskuburaya@gmail.com

Sabtu, 08 Februari 2025

Bukan Sekadar Patroli, Polisi di Kubu Raya Bangun Kedekatan dengan Warga Lewat Tatap Muka

TBNEWSPOLRESKUBURAYA.COM, KUBU RAYA - Dalam upaya menciptakan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang kondusif di wilayah hukum Polres Kubu Raya, Tim Patroli Spartan Polres Kubu Raya turun langsung ke lapangan untuk menyerap informasi dari masyarakat. Dengan metode komunikasi tatap muka, tim kepolisian mendengar langsung keluhan, masukan, serta potensi gangguan keamanan di lingkungan warga.

Pendekatan ini dinilai efektif karena memungkinkan polisi mendapatkan gambaran faktual mengenai kondisi di lapangan. Masyarakat tidak hanya merasa lebih diperhatikan, tetapi juga lebih leluasa menyampaikan permasalahan yang mereka hadapi, mulai dari aksi kriminalitas hingga potensi gangguan sosial lainnya.

Kapolres Kubu Raya, AKBP Wahyu Jati Wibowo melalui Kasubsi Penamas, Aiptu Ade, mengatakan bahwa patroli ini merupakan bagian dari strategi Polres Kubu Raya dalam mengantisipasi potensi gangguan keamanan serta membangun kedekatan dengan masyarakat. 

" Patroli ini bukan sekadar kegiatan rutin, tetapi langkah nyata kami dari Polres Kubu Raya dalam mendengar langsung suara masyarakat. Dengan cara ini, kami bisa lebih cepat merespons keluhan serta melakukan tindakan pencegahan yang efektif," ujar Ade, Sabtu (8/2).

Selain menyerap informasi, kehadiran polisi di tengah masyarakat juga bertujuan membangun rasa aman. Patroli yang dilakukan secara humanis ini menjadi bentuk nyata kehadiran negara dalam menjamin keamanan warganya. Polisi tak hanya datang untuk menindak pelaku kejahatan, tetapi juga mencegah potensi tindak kriminal dengan meningkatkan interaksi dan komunikasi langsung dengan masyarakat.

Dengan strategi ini, Polres Kubu Raya berharap dapat merespons lebih cepat setiap laporan atau keluhan yang muncul. 

" Kami berkomitmen untuk terus meningkatkan pelayanan dan menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif. Keamanan adalah tanggung jawab bersama, dan kami ingin masyarakat tahu bahwa kehadiran polisi bukan hanya saat terjadi masalah, tetapi juga dalam menjaga ketertiban sejak dini," tambah Ade.

Pendekatan presisi yang diterapkan ini menjadi bukti komitmen Polres Kubu Raya dalam meningkatkan pelayanan serta memperkuat kepercayaan publik. Dengan semakin eratnya hubungan antara polisi dan masyarakat, diharapkan tercipta lingkungan yang lebih aman dan kondusif bagi semua pihak.





Penulis : Humas_cpt_ltr2002
Editor : Aiptu Ade

follow up : web resmi Polres Kubu Raya ( tbnewspolreskuburaya.com)

Call Centre NAMPONG KELOH Polres Kubu Raya :
Instagram @polreskuburaya/@kapolreskuburaya
Email polreskuburaya@gmail.com

Polri Cari Putra-Putri Terbaik, Kuota 4.000 Bintara Dibuka!


TBNEWSPOLRESKUBURAYA.COM, KUBU RAYA – Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) kembali membuka kesempatan bagi putra-putri terbaik bangsa untuk bergabung sebagai anggota Polri melalui seleksi Bintara Tahun Anggaran 2025. Pendaftaran telah dimulai sejak 5 Februari dan akan berlangsung hingga 6 Maret 2025.

Proses seleksi ini menjadi peluang emas bagi masyarakat yang bercita-cita mengabdikan diri sebagai anggota Polri dengan pangkat Brigadir Polisi Dua (Bripda). Mengutip pengumuman resmi dari Mabes Polri Nomor Peng/11/II/DIK.2.1./2025, terdapat berbagai jalur penerimaan yang dapat dipilih sesuai dengan minat dan latar belakang pendidikan calon peserta.

Jalur Penerimaan Bintara Polri 2025

Polri membuka beberapa jalur penerimaan yang mencakup berbagai bidang keahlian, di antaranya:

Bintara Polisi Tugas Umum (PTU)

Bintara Brimob (Brigade Mobil)

Bintara Polair (Polisi Perairan)

Bintara Kompetensi Khusus (Bakomsus), meliputi bidang:

Tenaga Kesehatan

Tenaga Pendidik (khusus Polda Papua dan sekitarnya)

Hukum

Siber (khusus beberapa Polda tertentu)

Akuntansi

Tata Boga

Gizi

Syarat Pendaftaran

Untuk mengikuti seleksi, calon peserta harus memenuhi persyaratan umum dan khusus yang telah ditetapkan. Beberapa syarat utama meliputi:

Warga Negara Indonesia (WNI)

Berusia minimal 18 tahun pada saat pelantikan

Pendidikan minimal SMA/sederajat

Sehat jasmani dan rohani

Tidak pernah dipidana

Belum pernah menikah dan bersedia tidak menikah selama pendidikan

Tidak memiliki tato dan tindik, kecuali karena alasan agama atau adat

Tinggi badan minimal 165 cm untuk pria dan 160 cm untuk wanita (berbeda sesuai wilayah dan jalur penerimaan)

Tata Cara Pendaftaran

Pendaftaran dilakukan secara daring melalui laman resmi penerimaan.polri.go.id. Setelah mengisi formulir dan mengunggah dokumen yang dibutuhkan, calon peserta harus melakukan verifikasi berkas di Polres atau Polda setempat. Beberapa dokumen yang wajib disiapkan antara lain KTP, Kartu Keluarga, ijazah, SKCK, hingga surat pernyataan bermaterai yang menyatakan kesediaan ditempatkan di seluruh wilayah Indonesia.

Tahapan Seleksi

Proses seleksi Bintara Polri 2025 terdiri dari berbagai tahapan, antara lain:

Pemeriksaan administrasi awal

Pemeriksaan kesehatan

Tes psikologi

Tes akademik

Uji kesamaptaan jasmani

Tes mental ideologi

Pendalaman PMK

Tes Kompetensi Keahlian (TKK) untuk Bakomsus

Sidang kelulusan akhir

Kuota dan Jadwal Pendidikan

Pada tahun ini, Polri menetapkan kuota penerimaan sebanyak 4.000 orang. Pendidikan akan berlangsung selama tujuh bulan, dimulai pada 30 Juli 2025 hingga 24 Februari 2026.

Dengan kesempatan ini, Polri mengajak generasi muda yang siap mengabdi dan berkomitmen menjaga keamanan serta ketertiban masyarakat. Jangan lewatkan kesempatan ini, segera daftarkan diri Anda sebelum batas akhir pendaftaran!






Penulis : Humas_cpt_ltr2002
Editor : Aiptu Ade

follow up : web resmi Polres Kubu Raya ( tbnewspolreskuburaya.com)

Call Centre NAMPONG KELOH Polres Kubu Raya :
Instagram @polreskuburaya/@kapolreskuburaya
Email polreskuburaya@gmail.com

Pastikan Arus Penyeberangan Aman, Personel Polsek Rasau Jaya Menyambangi Terminal Speedboat Digdoyo

​RASAU JAYA – Guna memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di jalur transportasi air, personel Polsek Rasau J...