Rabu, 04 Maret 2026

40 Perkumpulan Naga Ikuti Ritual Pembakaran Cap Go Meh di Kubu Raya, Tradisi Tionghoa Berlangsung Kondusif


TBNEWSPOLRESKUBURAYA.ID – Polres Kubu Raya melakukan pengamanan kegiatan ritual pembakaran naga dalam rangka perayaan Cap Go Meh tahun 2026 yang berlangsung di Komplek Pemakaman Yayasan Bhakti Suci, Jalan Adisucipto KM 8, Desa Parit Baru, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya.

Kegiatan yang dilaksanakan pada Rabu (4/3/2026) sekitar pukul 13.00 WIB tersebut diikuti sebanyak 40 perkumpulan naga yang berasal dari Kota Pontianak dan Kabupaten Kubu Raya. Ribuan masyarakat tampak memadati lokasi untuk menyaksikan prosesi sakral yang menjadi bagian penting dari tradisi masyarakat Tionghoa tersebut.

Diperkirakan sekitar 3.000 penonton hadir menyaksikan prosesi pembakaran naga yang berlangsung hingga pukul 21.00 WIB.

Ritual pembakaran naga sendiri merupakan tradisi yang memiliki makna spiritual mendalam bagi masyarakat Tionghoa. Prosesi ini menjadi simbol mengembalikan ruh naga ke langit setelah sebelumnya “diturunkan” ke dunia melalui ritual buka mata saat perayaan Cap Go Meh.

Dalam kepercayaan masyarakat Tionghoa, naga yang mengikuti prosesi tersebut diyakini telah diisi oleh ruh naga. Setelah menjalankan tugasnya di dunia untuk membersihkan jalan dan membawa keberkahan, roh naga tersebut kemudian dikembalikan ke alamnya di langit melalui ritual pembakaran.

Puluhan naga dari berbagai perkumpulan tampil dalam prosesi tersebut sebelum akhirnya dilakukan pembakaran sebagai bagian akhir dari rangkaian perayaan Cap Go Meh.

Selama kegiatan berlangsung, aparat kepolisian bersama unsur pengamanan lainnya melakukan penjagaan dan pengaturan untuk memastikan kegiatan berjalan aman dan tertib.

Kapolres Kubu Raya, Kadek Ary Mahardika melalui Kasubsi Penmas Polres Kubu Raya, Ade mengatakan pihak kepolisian menerjunkan personel guna memberikan pengamanan secara maksimal selama kegiatan berlangsung.

“Polres Kubu Raya melaksanakan pengamanan kegiatan ritual pembakaran naga dalam rangka perayaan Cap Go Meh 2026 guna memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman, tertib, dan kondusif,” ujar Ade, Kamis (5/3/2026).

Ade menjelaskan, pengamanan dilakukan mulai dari pengaturan arus lalu lintas, penjagaan di lokasi kegiatan, hingga pengawasan terhadap kerumunan penonton yang hadir menyaksikan tradisi tersebut.

Menurutnya, kehadiran polisi dalam kegiatan budaya dan keagamaan masyarakat merupakan bentuk pelayanan Polri dalam menjaga stabilitas keamanan serta memberikan rasa aman kepada masyarakat yang merayakan tradisinya.

“Kami hadir untuk memastikan kegiatan masyarakat, khususnya tradisi budaya seperti Cap Go Meh ini dapat berlangsung dengan aman. Dengan pengamanan yang dilakukan, diharapkan masyarakat dapat mengikuti rangkaian kegiatan dengan nyaman dan situasi kamtibmas tetap terjaga,” jelasnya.

Hingga seluruh rangkaian kegiatan berakhir pada pukul 21.00 WIB, situasi di lokasi tetap aman, tertib, dan kondusif.

Tradisi pembakaran naga dalam perayaan Cap Go Meh sendiri telah menjadi salah satu atraksi budaya yang menarik perhatian masyarakat setiap tahunnya, sekaligus menjadi simbol kuat keberagaman budaya yang hidup berdampingan di Kalimantan Barat.



Penulis : Humas_cpt_ltr2002
Editor : Aiptu Ade
follow up : web resmi Polres Kubu Raya ( tbnewspolreskuburaya.id)
Call Centre : 110

KARHUTLA DI RASAU JAYA UMUM, PERSONEL POLSEK DAN MPA BERGERAK CEPAT

Rasau Jaya – Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) terjadi di Desa Rasau Jaya Umum tepatnya di RT 035 RW 009 Dusun Rasau Karya Kecamatan Rasau Jaya, pada Rabu (04/03/2026).

Mengetahui kejadian tersebut, personel Polsek Rasau Jaya bergerak cepat turun ke lokasi untuk melakukan upaya pemadaman. Pemadaman dilakukan bersama Masyarakat Peduli Api (MPA) Desa Rasau Jaya Umum guna mencegah api meluas ke area sekitar.

Petugas berjibaku memadamkan api dengan peralatan yang tersedia serta melakukan pembasahan pada lahan yang terbakar. Sinergi antara aparat Kepolisian dan MPA menjadi kunci dalam upaya pengendalian kebakaran di wilayah tersebut.

Hingga proses penanganan berlangsung, situasi di lokasi terpantau dalam pengawasan petugas guna memastikan api benar-benar padam dan tidak kembali menyala.


(Humas Polsek Rasau Jaya)

Kubu Raya Terkepung Asap Tebal Pagi Ini, Polisi Pastikan Pelaku Pembakar Lahan Bakal Diproses Hukum


TBNEWSPOLRESKUBURAYA.ID – Meski hujan deras mengguyur sebagian wilayah Kabupaten Kubu Raya pada Rabu (4/3/2026) subuh, tim gabungan Siaga Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) tidak menurunkan intensitas pengawasan. Sebaliknya, patroli justru diperketat menyusul munculnya kabut asap tebal akibat proses pendinginan lahan gambut.

Tim gabungan yang terdiri dari Polres Kubu Raya, BNPB, Manggala Agni, Masyarakat Peduli Api (MPA), hingga unit Pemadam Kebakaran swasta terpantau masih berjibaku menyisir titik-titik api yang tersembunyi di bawah permukaan tanah.

Asap Tebal Selimuti Kubu Raya Pasca Hujan
Pantauan di lapangan menunjukkan bahwa guyuran hujan subuh tadi belum mampu memadamkan api secara total di lahan gambut. Fenomena ini justru memicu munculnya asap putih pekat yang menyelimuti sejumlah wilayah, mengganggu jarak pandang dan kualitas udara.

Fokus patroli dan penyisiran saat ini dipusatkan pada empat kecamatan zona merah, yakni:

Kecamatan Sungai Raya

Kecamatan Sungai Kakap

Kecamatan Kuala Mandor B

Kecamatan Rasau Jaya

Tujuan utama dari kesiapsiagaan ini adalah memastikan tidak ada api dalam sekam yang dapat berkobar kembali saat cuaca kembali panas, serta memetakan wilayah yang masih mengeluarkan kepulan asap sisa pembakaran.

Pernyataan Resmi Polres Kubu Raya
Kapolres Kubu Raya, AKBP Kadek Ary Mahardika, melalui Kasubsi Penmas Aiptu Ade, menegaskan bahwa kehadiran tim di lapangan adalah bentuk komitmen tanpa henti untuk melindungi masyarakat dari dampak kesehatan dan gangguan transportasi.

"Hujan yang turun subuh tadi memang membantu, namun untuk lahan gambut, air hujan seringkali hanya membasahi permukaan. Di lapisan bawah, bara api masih aktif dan memicu asap tebal. Itulah mengapa Tim Siaga Karhutla tetap melakukan patroli intensif di empat kecamatan prioritas," ujar Aiptu Ade dalam keterangan resminya.

Ade menambahkan bahwa patroli ini juga bertujuan untuk memberikan rasa aman kepada warga yang mulai terdampak polusi asap.

Peringatan Keras: Polisi Tindak Tegas Pelaku Pembakar Lahan
Polres Kubu Raya kembali mengeluarkan peringatan keras bagi oknum-oknum yang mencoba memanfaatkan situasi. Pihak kepolisian menegaskan tidak akan mentoleransi tindakan pembakaran lahan secara sengaja.

"Kami sampaikan dengan tegas, Polres Kubu Raya akan menindak tanpa pandang bulu terhadap siapapun pelaku yang sengaja membakar lahan demi kepentingan pribadi atau korporasi," tegas Ade.

Kapolres Kubu Raya menekankan bahwa tindakan membakar lahan adalah kejahatan serius karena berdampak luas pada:

Kesehatan Masyarakat: Meningkatnya kasus ISPA, terutama pada anak-anak dan lansia.

Transportasi: Gangguan jarak pandang yang membahayakan penerbangan di Bandara Supadio serta lalu lintas darat.

Ekonomi: Terhentinya aktivitas warga akibat kabut asap.

"Jangan hanya karena ingin hemat biaya buka lahan, kesehatan ribuan orang dikorbankan. Penegakan hukum akan kami lakukan secara maksimal sesuai undang-undang yang berlaku," tutup Ade.



Penulis : Humas_cpt_ltr2002
Editor : Aiptu Ade
follow up : web resmi Polres Kubu Raya ( tbnewspolreskuburaya.id)
Call Centre : 110

Gudang Produksi Kasur di Jalan Adisucipto Terbakar, Polisi Selidiki Penyebabnya


TBNEWSPOLRESKUBURAYA.ID – Satu unit gudang produksi kasur milik PT Putra Borneo Barat di kawasan Pabrik Olympic, Jalan Adisucipto, Desa Limbung, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, ludes terbakar pada Selasa malam, 3 Maret 2026. Insiden ini sempat memicu kepanikan karyawan dan warga setempat lantaran asap hitam pekat membumbung tinggi dari area pabrik.

Kapolsek Sungai Raya AKP Hariyanto, melalui Kasubsi Penmas Polres Kubu Raya Aiptu Ade, mengonfirmasi bahwa kobaran api berhasil dipadamkan sepenuhnya pada pukul 20.15 WIB. Ia memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

Kronologi Kejadian
Peristiwa kebakaran ini pertama kali terdeteksi melalui monitor kamera pengawas (CCTV). Aiptu Ade menjelaskan, seorang karyawan perusahaan melihat kepulan asap mencurigakan dari dalam gudang produksi sekitar pukul 18.50 WIB.

"Saksi yang merupakan karyawan PT Putra Borneo Barat melihat adanya kepulan asap melalui monitor CCTV di dalam gudang produksi kasur. Saksi kemudian langsung melakukan pengecekan ke lokasi," kata Ade dalam keterangan tertulisnya, Rabu, 4 Maret 2026.

Setibanya di lokasi, saksi mendapati api sudah mulai merambat pada tumpukan balokan busa hasil produksi. Upaya pemadaman mandiri sempat dilakukan menggunakan alat pemadam api ringan (APAR), namun api dengan cepat membesar.

Proses Pemadaman
Tim pemadam kebakaran dari unit Redam 22 dan Pemda Kubu Raya tiba di lokasi sekitar pukul 19.00 WIB. Dibantu oleh karyawan dan warga sekitar, petugas berjibaku melokalisasi api agar tidak merembet ke bangunan lain di kawasan industri tersebut.

"Api akhirnya berhasil dipadamkan sepenuhnya pada pukul 20.15 WIB. Selama proses pemadaman berlangsung, situasi di lokasi terpantau kondusif dan terkendali," ujar Ade.

Penyebab dan Kerugian
Hingga saat ini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan mendalam untuk mengungkap penyebab pasti munculnya api. Dugaan sementara, titik api berasal dari tumpukan material busa yang mudah terbakar di dalam gudang.

"Saat ini petugas masih melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengumpulkan keterangan saksi-saksi," tegas Ade. Mengenai kerugian materiil, pihak perusahaan disebut masih melakukan pendataan internal sehingga belum bisa menaksir total nominal kerugian.

Imbauan Keamanan Kerja
Buntut dari kejadian ini, Polres Kubu Raya mengimbau para pelaku usaha, terutama yang bergerak di bidang manufaktur dengan bahan baku mudah terbakar, untuk memperketat standar keselamatan kerja.

"Setiap perusahaan harus memastikan sistem pengamanan dan standar keselamatan kerja berjalan optimal, termasuk pengecekan instalasi listrik secara berkala serta kesiapan alat pemadam kebakaran guna mencegah kejadian serupa," pungkasnya.





Penulis : Humas_cpt_ltr2002
Editor : Aiptu Ade
follow up : web resmi Polres Kubu Raya ( tbnewspolreskuburaya.id)
Call Centre : 110

Senin, 02 Maret 2026

Lahan 7,2 Hektare Terbakar di Kubu Raya, Polres Bersama BPBD Bergerak Cepat Lakukan Penyelidikan


TBNEWSPOLRESKUBURAYA.ID – Jajaran Polres Kubu Raya bergerak cepat memadamkan titik api kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sekaligus memasang garis polisi (police line) di kawasan Gg. RBK Raya, Jalan Sungai Raya Dalam, Desa Punggur Kecil, Kecamatan Sungai Kakap, Kabupaten Kubu Raya pada Minggu (1/3/2025) siang.

Langkah tegas ini dilakukan setelah lahan seluas kurang lebih 7,2 hektare dilaporkan terbakar di wilayah tersebut. Lokasi yang berada di kawasan perumahan Gg. RBK Raya Serdan itu kini telah dipasangi police line guna menjaga status quo dan kepentingan penyelidikan.

Kegiatan tersebut dipimpin langsung Kapolres Kubu Raya, Kadek Ary Mahardika, serta dihadiri Kepala BPBD Kubu Raya Haryanto, Kasat Reskrim Polres Kubu Raya IPTU Nunut Simanjuntak, Kanit Tipiter Satreskrim IPDA M. Ilham Akbar, Camat Sungai Kakap Junaidi, personel Satreskrim, personel On Call Regu 4 Polres Kubu Raya, serta unsur pemadam kebakaran swasta.

Police Line untuk Lindungi Barang Bukti

Kapolres Kubu Raya AKBP Kadek Ary Mahardika menegaskan, pemasangan police line dilakukan untuk menjaga keutuhan tempat kejadian perkara (TKP) sekaligus memastikan proses penyelidikan berjalan optimal.

“Kami melakukan pemasangan police line untuk menjaga status quo. Hal ini penting agar barang bukti di lapangan tidak beralih atau rusak, sehingga memudahkan anggota dalam proses penyelidikan dan penyidikan,” tegas Kapolres di lokasi kejadian.

Kapolres juga menekankan bahwa penyebab kebakaran masih dalam tahap penyelidikan (lidik). Namun, pihaknya memastikan tidak akan mentolerir apabila ditemukan unsur kesengajaan.

“Tidak ada toleransi sedikit pun terhadap pelaku yang dengan sengaja menyebabkan karhutla. Dampaknya sangat luas bagi masyarakat, baik dari sisi kesehatan, lingkungan, maupun aktivitas ekonomi,” ujarnya.

Kapolres juga meminta masyarakat untuk proaktif memberikan informasi apabila mengetahui adanya indikasi pembakaran lahan secara sengaja.

“Kami mohon informasi dan masukan dari masyarakat. Apabila ada dugaan pembakaran lahan secara sengaja, segera laporkan. Ini demi kepentingan bersama,” tambahnya.

Imbauan kepada Pemilik Lahan

Selain penegakan hukum, Kapolres Kubu Raya melalui Kasusbsi Penmas Aiptu Ade mengimbau para pemilik lahan dan petani agar meningkatkan pengawasan selama musim kemarau serta tidak membuka lahan dengan cara membakar.

“Situasi musim kering seperti saat ini sangat rawan. Jangan memanfaatkan kondisi tersebut untuk membuka lahan baru dengan cara dibakar karena api bisa cepat meluas dan sulit dikendalikan,” tegas Ade, Selasa (3/3/2026).

Dukungan BPBD dan Pemerintah Kecamatan

Kepala BPBD Kubu Raya, Haryanto, menyampaikan apresiasinya terhadap langkah cepat aparat kepolisian dan seluruh unsur yang terlibat dalam pemadaman.

“Kami berkolaborasi bersama Polres dan unsur lainnya untuk memastikan api tidak meluas. Pencegahan dan penegakan hukum harus berjalan seiring agar kejadian serupa tidak terulang,” ujarnya.

Sementara itu, Camat Sungai Kakap Junaidi mengimbau masyarakat di wilayahnya untuk lebih peduli terhadap lingkungan dan tidak melakukan pembakaran lahan.

“Kami akan terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar. Dampaknya bukan hanya bagi lingkungan, tetapi juga bagi kesehatan dan keselamatan warga,” katanya.

Masih Dalam Penyelidikan

Hingga saat ini, dugaan penyebab kebakaran lahan seluas ±7,2 hektare tersebut masih dalam proses penyelidikan oleh Satreskrim Polres Kubu Raya. Area yang telah dipasangi police line berada di titik koordinat -0.119530, 109.329430 di wilayah Desa Punggur Kecil, Kecamatan Sungai Kakap.

Polres Kubu Raya menegaskan komitmennya untuk menindak tegas setiap pelaku pembakaran hutan dan lahan serta mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga wilayah Kubu Raya dari ancaman karhutla.



Penulis : Humas_cpt_ltr2002
Editor : Aiptu Ade
follow up : web resmi Polres Kubu Raya ( tbnewspolreskuburaya.id)
Call Centre : 110

Momen Hangat Ramadan, Kapolres Kubu Raya Rangkul Ulama dan Tokoh Etnis, Pesan Damai Menggema

TBNEWSPOLRESKUBURAYA.ID – Dalam upaya mempererat sinergitas serta menjaga stabilitas keamanan di wilayah yang majemuk, Kapolres Kubu Raya menggelar kegiatan silaturahmi dan buka puasa bersama tokoh agama serta tokoh lintas etnis Kabupaten Kubu Raya, Senin (2/3/2026) sore.

Kegiatan yang berlangsung di Restoran Nuanza Asri Hotel Alimoer, Jalan Arteri Supadio, Kecamatan Sungai Raya tersebut dipimpin langsung Kapolres Kubu Raya, AKBP Kadek Ary Mahardika, didampingi Wakapolres Kubu Raya Kompol Andri Syahroni, serta dihadiri para Pejabat Utama Polres Kubu Raya.

Turut hadir Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Kubu Raya Achmad Fathony, Ketua MUI Kabupaten Kubu Raya K.H. Zamroni Hasan, Ketua PCNU Kabupaten Kubu Raya K.H. Jauhari, perwakilan PGI Kabupaten Kubu Raya Pdt. Henderina, Ketua Walubi Kabupaten Kubu Raya Edy Jonathan, Ketua Matakin Kabupaten Kubu Raya Rudy Leonard, serta sejumlah tokoh lintas etnis dari Melayu, Tionghoa, Madura, Jawa, dan organisasi kemasyarakatan lainnya.

Perkuat Trust Building dan Stabilitas Sosial

Mewakili tokoh agama dan tokoh lintas etnis, Ketua MUI Kabupaten Kubu Raya K.H. Zamroni Hasan menegaskan bahwa kegiatan tersebut bukan sekadar agenda seremonial, melainkan memiliki makna strategis dalam membangun komunikasi dan kepercayaan antara unsur ulama, tokoh masyarakat, dan aparat keamanan.

“Kabupaten Kubu Raya adalah wilayah yang majemuk. Stabilitas sosial menjadi prasyarat utama bagi terpeliharanya ketertiban dan keberlanjutan pembangunan daerah. Kami melihat kolaborasi yang telah terbangun dengan Polres Kubu Raya selama ini menjadi faktor penting dalam menjaga kondusifitas wilayah,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan apresiasi atas komitmen jajaran kepolisian dalam memberikan rasa aman kepada masyarakat, khususnya dalam momentum keagamaan dan kegiatan masyarakat berskala besar.

“Kami siap terus mendukung terciptanya situasi kamtibmas yang aman, damai, dan harmonis,” tegasnya.

Kapolres: Stabilitas Tak Bisa Dibangun Sendiri

Sementara itu, Kapolres Kubu Raya, AKBP Kadek Ary Mahardika, menegaskan bahwa kegiatan tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat konsolidasi antara Polri dan seluruh elemen masyarakat.

“Kegiatan ini bukan hanya bagian dari ibadah di bulan suci Ramadhan, tetapi juga sarana memperkuat komunikasi dan konsolidasi antara Polri dengan tokoh agama serta tokoh lintas etnis,” ujarnya.

Ia menegaskan, dalam dinamika sosial Kabupaten Kubu Raya yang heterogen, stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat tidak dapat diwujudkan hanya oleh aparat.

“Stabilitas kamtibmas tidak bisa dibangun sendiri oleh kepolisian. Dibutuhkan dukungan kolektif seluruh elemen masyarakat. Peran ulama dan tokoh lintas etnis sangat signifikan dalam membangun narasi yang menyejukkan, meredam potensi konflik, serta menjaga harmoni sosial,” jelasnya.

AKBP Kadek juga menekankan komitmen Polres Kubu Raya untuk terus membangun pola kemitraan yang partisipatif dan responsif, termasuk mengedepankan deteksi dini terhadap potensi gangguan kamtibmas.

“Kami berharap melalui kebersamaan ini terbangun kesamaan persepsi dan langkah strategis dalam menjaga wilayah tetap aman dan kondusif, khususnya selama bulan Ramadhan dan pada setiap agenda masyarakat ke depan,” tambahnya.

Penguatan Moderasi dan Nilai Persatuan

Kegiatan dilanjutkan dengan tausiyah singkat (kultum) yang disampaikan Ketua MUI Kabupaten Kubu Raya, berisi pesan-pesan keagamaan, penguatan nilai moderasi beragama, serta ajakan menjaga persatuan di tengah keberagaman.

Suasana kebersamaan semakin terasa saat seluruh peserta berbuka puasa bersama, dilanjutkan dengan sholat Maghrib berjamaah, ramah tamah, dan foto bersama.

Momentum tersebut menjadi simbol kuatnya sinergitas antara Polres Kubu Raya dengan tokoh agama dan tokoh lintas etnis dalam menjaga persatuan serta menciptakan situasi Kabupaten Kubu Raya yang aman, damai, dan harmonis.



Penulis : Humas_cpt_ltr2002
Editor : Aiptu Ade
follow up : web resmi Polres Kubu Raya ( tbnewspolreskuburaya.id)
Call Centre : 110

Syiar Ramadan 1447 H, Polres Kubu Raya Hadir Lewat Bakti Sosial Kurve Masjid


TBNEWSPOLRESKUBURAYA.ID, KUBU RAYA – Menyambut dan mensyiarkan Bulan Suci Ramadan 1447 Hijriah, Polres Kubu Raya melaksanakan kegiatan bakti sosial (kurve) di Masjid Darul Quran Jalan Ampera Raya, Kec. Sungai ambawang, Senin(2/3/2026).

Kegiatan ini melibatkan personel Polres Kubu Raya yang secara bergotong royong membersihkan area masjid, mulai dari ruang utama ibadah, halaman, tempat wudu, hingga lingkungan sekitar. Kurve ini bertujuan menciptakan suasana masjid yang bersih, rapi, dan nyaman bagi jamaah dalam menjalankan rangkaian ibadah Ramadan.

Kapolres Kubu Raya, AKBP Kadek Ary Mahardika melalui Kasubsi Penmas Sihumas, AIPTU Ade, menyampaikan bahwa kegiatan kurve ini merupakan bagian dari kepedulian Polri terhadap rumah ibadah. Selain menjaga keamanan dan ketertiban, Polri juga hadir melalui kegiatan sosial dan keagamaan yang membawa manfaat langsung bagi umat.

“Ramadan adalah momentum untuk memperkuat nilai kebersamaan, kepedulian, dan keikhlasan. Melalui kegiatan bakti sosial ini, kami ingin ikut ambil bagian dalam mensyiarkan Ramadan serta memberikan kenyamanan bagi masyarakat dalam beribadah,” ujarnya.

Pengurus Masjid Darul Quran, Muhammad Rianto, mengapresiasi kegiatan yang dilaksanakan oleh Polres Kubu Raya. Mereka menilai kurve tersebut tidak hanya membantu menjaga kebersihan masjid, tetapi juga mempererat hubungan silaturahmi antara kepolisian dan masyarakat.

Polres Kubu Raya berharap semangat Ramadan 1447 Hijriah dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat, sekaligus memperkuat sinergi dalam menciptakan lingkungan yang aman, damai, dan penuh keberkahan.





Penulis : Humas_cpt_ltr2002
Editor : Aiptu Ade
follow up : web resmi Polres Kubu Raya ( tbnewspolreskuburaya.id)
Call Centre : 110

40 Perkumpulan Naga Ikuti Ritual Pembakaran Cap Go Meh di Kubu Raya, Tradisi Tionghoa Berlangsung Kondusif

TBNEWSPOLRESKUBURAYA.ID – Polres Kubu Raya melakukan pengamanan kegiatan ritual pembakaran naga dalam rangka perayaan Cap Go Meh...