Kamis, 26 Maret 2026

CEGAH API MELUAS, TIM KARHUTLA POLSEK RASAU JAYA LAKUKAN PEMADAMAN.

Rasau Jaya – Upaya pencegahan meluasnya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terus dilakukan oleh Tim Karhutla Polsek Rasau Jaya. Kali ini, pemadaman dilakukan di wilayah Desa Rasau Jaya Umum, Kecamatan Rasau Jaya, Kabupaten Kubu Raya. Kamis, 26/03/2026.

Kegiatan pemadaman dilakukan setelah adanya laporan dan terdeteksinya titik api di lokasi tersebut. Personel Polsek Rasau Jaya segera menuju lokasi dan melakukan upaya pemadaman secara manual serta menggunakan peralatan pemadam yang tersedia.

Dalam prosesnya, petugas juga melakukan pembuatan sekat bakar guna mencegah api menjalar ke area yang lebih luas, terutama mendekati permukiman warga. Berkat kerja keras tim di lapangan, api berhasil dikendalikan dan tidak sempat meluas.

Kapolsek Rasau Jaya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk respons cepat dalam menangani karhutla, khususnya memasuki musim kemarau yang rawan terjadinya kebakaran.

Ia juga mengimbau kepada masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar, serta segera melaporkan apabila menemukan adanya titik api di wilayahnya.


Dengan sinergi antara aparat dan masyarakat, diharapkan potensi terjadinya kebakaran hutan dan lahan dapat diminimalisir.


(Humas Polsek Rasau Jaya) 

MEMINIMALISIR KARHUTLA DI MUSIM KEMARAU, POLRES KUBU RAYA GELAR RAPAT KOORDINASI

Rasau Jaya – Dalam meminimalisir terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) saat musim kemarau, Polres Kubu Raya menggelar rapat koordinasi yang berlangsung di aula kantor camat Rasau Jaya, Kamis (26/03/2026).

Kegiatan tersebut dipimipin langsung oleh Bupati Kubu Raya dan dihadiri oleh unsur Forkopimcam, pihak TNI-Polri, BPBD, Manggala Agni, perangkat desa, serta perwakilan perusahaan dan tokoh masyarakat setempat. Kehadiran berbagai pihak ini menunjukkan komitmen bersama dalam upaya pencegahan dan penanggulangan karhutla di wilayah Kabupaten Kubu Raya khususnya Kecamatan Rasau Jaya.

Dalam sambutannya, pihak Polres Kubu Raya menegaskan bahwa penanganan karhutla tidak bisa dilakukan secara sendiri-sendiri, melainkan membutuhkan sinergi dan koordinasi lintas sektor. Mengingat kondisi cuaca yang mulai memasuki musim kemarau, potensi terjadinya kebakaran lahan dinilai cukup tinggi sehingga perlu langkah antisipatif sejak dini.

Rapat koordinasi ini membahas berbagai strategi pencegahan, di antaranya peningkatan patroli terpadu, sosialisasi kepada masyarakat tentang larangan membuka lahan dengan cara membakar, serta kesiapsiagaan sarana dan prasarana pemadaman. Selain itu, juga dibahas mekanisme penanganan cepat apabila terjadi titik api, termasuk pembagian tugas di lapangan.

Para peserta rapat juga sepakat untuk meningkatkan peran aktif masyarakat dalam mendeteksi dini potensi kebakaran, serta segera melaporkan apabila ditemukan titik api di wilayahnya masing-masing.

Dengan dilaksanakannya rapat koordinasi ini, diharapkan seluruh pihak dapat lebih siap dan sigap dalam menghadapi musim kemarau, sehingga kejadian karhutla di wilayah Kecamatan Rasau Jaya Kabupaten Kubu Raya dapat diminimalisir bahkan dicegah sejak awal.


(Humas Polsek Rasau Jaya)

Polres Kubu Raya Segel Lahan Karhutla di Sungai Raya Dalam, Pasang Garis Polisi di 9 Titik


TBNEWSPOLRESKUBURAYA.ID – Kepolisian Resor (Polres) Kubu Raya kembali mengambil langkah tegas dalam menangani bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang kian meresahkan. Pada Kamis (26/3/2026), petugas menyegel lahan luas yang terbakar di kawasan ujung Sungai Raya Dalam, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Tengah.

Penyegelan ini ditandai dengan pemasangan garis polisi (police line) oleh jajaran Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Kubu Raya. Langkah ini diambil untuk memastikan area tersebut steril dan mempermudah proses penyelidikan.

Instruksi Tegas Kapolres Kubu Raya
Wakapolres Kubu Raya, Kompol Andri Syahroni, yang turun langsung ke lokasi kebakaran menegaskan bahwa pemasangan garis polisi (police line) merupakan prosedur wajib dalam mengamankan dan mengunci tempat kejadian perkara (TKP).

Andri menyebutkan, langkah tersebut dilakukan berdasarkan perintah tegas dari Kapolres Kubu Raya, AKBP Kadek Ary Mahardika, guna memastikan proses penyelidikan dapat berjalan dengan optimal tanpa gangguan dari pihak yang tidak berkepentingan.

"Printah tegas Bapak Kapolres tadi malam kami sudah melakukan pemasangan police line. Tujuannya jelas, untuk menjaga agar lahan ini tidak dikelola atau dikerjakan oleh pihak mana pun, termasuk pemiliknya, selama proses penyelidikan berlangsung," ujar Kompol Andri di TKP.

Menurut Andri, langkah ini merupakan bagian dari upaya penegakan hukum yang serius. Satreskrim kini tengah mendalami apakah kebakaran hebat ini murni karena faktor alam yang ekstrem atau ada unsur kesengajaan demi pembukaan lahan secara instan.

Bidik Sembilan Titik Api
Hingga hari ini, tercatat sudah ada sembilan titik lokasi kebakaran lahan di wilayah hukum Polres Kubu Raya yang telah dipasangi garis polisi. Polres Kubu Raya tidak akan berhenti pada sekadar penyegelan; pemanggilan pemilik lahan kini menjadi prioritas utama.

"Satreskrim akan melakukan penyelidikan mendalam dan memanggil para pemilik lahan. Kami ingin mengungkap kebenaran di balik peristiwa ini. Mudah-mudahan dari sembilan lokasi yang sudah kami segel, dalam waktu dekat pelakunya bisa teridentifikasi," tegasnya.

Kompol Andri juga mengingatkan bahwa sanksi bagi pelaku pembakaran lahan tidak main-main. Berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku, pelaku pembakar lahan terancam hukuman pidana penjara minimal lima tahun.

Panggilan untuk Menjaga Alam
Di balik upaya represif kepolisian, Kompol Andri menekankan bahwa kunci utama penanggulangan karhutla adalah kesadaran kolektif. Ia mengajak seluruh lapisan masyarakat di Kabupaten Kubu Raya untuk tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga menjadi pelindung lingkungan.

"Kami mengimbau masyarakat untuk bersama-sama menjaga alam kita. Karhutla adalah ancaman bagi kesehatan dan ekosistem kita semua. Jika melihat atau memiliki informasi terkait aktivitas pembakaran lahan, mohon segera lapor melalui hotline 110," tutupnya.

Aksi sigap Polres Kubu Raya ini diharapkan mampu memberikan efek jera sekaligus menekan angka kebakaran lahan di wilayah yang setiap tahunnya menjadi langganan kabut asap tersebut.



Penulis : Humas_cpt_ltr2002
Editor : Aiptu Ade
follow up : web resmi Polres Kubu Raya ( tbnewspolreskuburaya.id)
Call Centre : 110

Kubu Raya Membara! 20 Hektare Lahan Gambut Hangus, Polisi-Manggala Agni Berjibaku Jinakkan Api


TBNEWSPOLRESKUBURAYA.ID - Kabut asap tipis mulai membayangi langit Kabupaten Kubu Raya seiring munculnya sejumlah titik api di beberapa wilayah. Menanggapi situasi ini, jajaran Polres Kubu Raya bersama BNPB, TNI, Manggala Agni, dan stakeholder terkait bergerak cepat melakukan operasi pemadaman dan pendinginan intensif di titik-titik rawan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) pada Rabu (25/3/2026).

Kapolres Kubu Raya, AKBP Kadek Ary Mahardika melalui Kasubsi Penmas Aiptu Ade mengatakan langkah ini diambil guna memastikan api tidak meluas (penyekatan) dan menghilangkan sisa-sisa panas di dalam tanah gambut (pendinginan) agar api tidak muncul kembali ke permukaan.

Karhutla di Sungai Raya: Puluhan Hektar Melalap Lahan Gambut
Di Kecamatan Sungai Raya, personel Polsek Sungai Raya yang dipimpin langsung oleh Kapolsek AKP Hariyanto berjibaku melawan api di Desa Mekar Sari dan Desa Sei Asam. Di lokasi ini, diperkirakan sekitar 20 hektar lahan hangus terbakar.

"Kendalanya adalah minimnya sumber air di lokasi. Tim hanya menemukan satu titik air dengan debit yang sangat kecil, sementara jarak kebakaran ke pemukiman warga hanya berkisar 1.000 meter," ujar Ade menerangkan, Kamis (26/3/2026).

Tak hanya di satu titik, api juga menyasar Desa Arang Limbung dengan total lahan terbakar mencapai 4,5 hektar, termasuk area di dekat fasilitas pendidikan SDN 5 dan SD 52 Sungai Raya. Di Parit Indah Sempurna, Desa Permata Jaya, tim gabungan bahkan harus melakukan penyekatan di lahan gambut kering seluas 3 hektar milik warga setempat agar api tidak merembet ke pemukiman yang berjarak 2 kilometer.

Rasau Jaya dan Batu Ampar: Angin Kencang dan Medan Berat
Bergeser ke Kecamatan Rasau Jaya, Polsek Rasau Jaya bersama tim pemadam dari PT PLD menghadapi tantangan serupa di Dusun Sangkar Mas. Vegetasi pakis yang kering dan struktur tanah gambut membuat api cepat merambat, ditambah tiupan angin kencang.

"Kami melakukan penyekatan agar api tidak masuk ke konsesi perusahaan maupun lebih dalam ke lahan masyarakat. Jarak sumber air yang mencapai 50 km menjadi tantangan tersendiri, namun personel di lapangan terus berupaya maksimal hingga malam hari," ungkap Ade.

Sementara itu, di wilayah hukum Polsek Batu Ampar, pemantauan melalui aplikasi Brin Fire Hotspot dan Lancang Kuning mendeteksi dua titik panas di Desa Teluk Nibung dan Desa Padang Tikar. Tim segera dikerahkan ke titik koordinat tersebut untuk melakukan verifikasi dan penanggulangan dini.

Statmen Tegas Kapolres: "Tidak Ada Toleransi Bagi Pembakar Lahan!"
Kasubsi Penmas Aiptu Ade, menegaskan bahwa Polres Kubu Raya tidak akan main-main dalam menyikapi fenomena karhutla ini dan ini perintah tegas Kapolres Kubu Raya, AKBP Kadek Ary Mahardika. Penyelidikan terhadap penyebab kebakaran di sejumlah titik kini tengah berjalan.

"Kami tegaskan, Polres Kubu Raya akan menindak tegas siapa pun yang terbukti dengan sengaja melakukan pembakaran lahan. Jangan mengorbankan kesehatan masyarakat dan kelestarian lingkungan demi kepentingan pribadi atau pembukaan lahan secara instan," tegas Ade.

Ade menjelaskan bahwa proses pendinginan (cooling down) yang dilakukan personel di lapangan sangat krusial. Mengingat lahan di Kubu Raya didominasi gambut, api seringkali masih tersimpan di bawah permukaan tanah meskipun di atas terlihat sudah padam.

Mengajak Masyarakat Menjadi 'Benteng' Terdepan
Di akhir keterangannya, pihak Kepolisian mengajak seluruh elemen masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan memiliki rasa tanggung jawab bersama.

"Karhutla bukan hanya urusan polisi atau pemadam kebakaran, ini adalah tanggung jawab kita semua. Kami menghimbau masyarakat untuk segera melapor jika melihat titik api sekecil apa pun dan tidak lagi menggunakan metode bakar untuk membersihkan lahan," tutupnya.

Hingga berita ini diturunkan, sejumlah personel masih disiagakan di lokasi-lokasi terdalam untuk memantau situasi dan memastikan kepulan asap benar-benar hilang.




Penulis : Humas_cpt_ltr2002
Editor : Aiptu Ade
follow up : web resmi Polres Kubu Raya ( tbnewspolreskuburaya.id)
Call Centre : 110

Senin, 23 Maret 2026

Patroli Gabungan di Pelabuhan Rasau Jaya, Pastikan Keselamatan Penumpang Pasca Lebaran.


Rasau Jaya – Personil gabungan dari Kepolisian Sektor Rasau Jaya bersama TNI dan Basarnas meningkatkan patroli di kawasan Pelabuhan Rasau Jaya, Senin (23/3/2026). Kegiatan ini dilakukan guna memastikan keselamatan dan kelancaran arus penumpang kapal pada masa mudik dan arus balik pasca libur Lebaran.

Kapolsek Rasau Jaya menyampaikan bahwa patroli difokuskan pada pengawasan aktivitas penumpang, pemeriksaan kelayakan kapal, serta antisipasi potensi gangguan keamanan dan keselamatan. Langkah ini diambil mengingat meningkatnya mobilitas masyarakat yang menggunakan transportasi air di wilayah tersebut.

Selain melakukan pengamanan, petugas juga memberikan imbauan kepada para penumpang dan operator kapal agar selalu mematuhi aturan keselamatan pelayaran, seperti menggunakan pelampung, tidak melebihi kapasitas muatan, serta memastikan kondisi kapal dalam keadaan layak jalan.

Sinergi antara Polri, TNI, dan Basarnas diharapkan mampu menciptakan situasi yang aman dan kondusif, sehingga masyarakat dapat melakukan perjalanan dengan nyaman dan selamat selama periode arus balik Lebaran.

Hingga saat ini, situasi di Pelabuhan Rasau Jaya terpantau aman dan terkendali, dengan arus penumpang yang masih relatif tinggi namun berjalan lancar tanpa kendala berarti.


(Humas Polsek Rasau Jaya) 

Kamis, 19 Maret 2026

Penampakan Ogoh-Ogoh Raksasa di Simpang Brimob Kubu Raya Sedot Perhatian Warga, Ritual Nyepi Berlangsung Sakral


TBNEWSPOLRESKUBURAYA.ID – Ratusan umat Hindu di Kabupaten Kubu Raya memadati Pura Giriparti Mulawarman, Jalan Adisucipto, Desa Sungai Raya, untuk melaksanakan rangkaian perayaan Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1948, Kamis (18/3/2026). Kemeriahan ritual tahunan ini semakin istimewa dengan kehadiran Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Krisantus Kurniawan, S.Ip., M.Si, yang didampingi Kapolres Kubu Raya, AKBP Kadek Ary Mahardika, S.I.K., M.H.

Pantauan di lapangan, rangkaian kegiatan dimulai tepat pukul 14.00 WIB dengan ritual Ngarak Ogoh-Ogoh. Patung raksasa yang melambangkan unsur negatif tersebut diarak melintasi rute Jalan Raya Adisucipto hingga Simpang Brimob, sebelum akhirnya kembali ke Pura. Antusiasme warga sekitar pun tampak tumpah ruah di pinggir jalan menyaksikan pawai budaya ini.

Kegiatan tersebut juga dihadiri, Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Pontianak, I Made Junetra, S.H., M.M., serta Kasat Pol PP Prov. Kalbar, Suherman, S.H., M.H. Kehadiran jajaran pejabat teras ini disambut hangat oleh Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kalbar, Ida Sri Resi Putu Putra Bandem.

Memasuki petang, suasana berubah menjadi hening dan sakral saat sekitar 200 umat Hindu melaksanakan sembahyang Tawur Agung Kesanga pada pukul 18.00 WIB. Ritual yang dipimpin langsung oleh Ida Sri Resi Putu Putra Bandem ini bertujuan untuk menyucikan diri dan alam semesta sebelum memasuki masa Catur Brata Penyepian.

Kehadiran aparat kepolisian dari Polres Kubu Raya di lokasi tidak hanya untuk memastikan keamanan fisik, tetapi juga sebagai simbol kehadiran negara dalam menjamin kebebasan beragama. Sinergi antara Wagub Kalbar dan Kapolres Kubu Raya di tengah jemaah mempertegas komitmen pemerintah daerah dan Polri dalam menjaga kerukunan antarumat beragama di Kalimantan Barat.

Kapolres Kubu Raya, AKBP Kadek Ary Mahardika, melalui Kasubsi Penmas Polres Kubu Raya, Aiptu Ade, menyampaikan apresiasinya terhadap kedisiplinan umat dalam menjalankan ibadah.

"Kami memastikan seluruh rangkaian kegiatan, mulai dari pawai Ogoh-Ogoh yang cukup menyita perhatian publik di jalur utama hingga prosesi Tawur Agung Kesanga, berjalan dengan aman, tertib, dan kondusif. Kehadiran personel di lapangan merupakan bentuk pelayanan prima Polri untuk memberikan rasa nyaman kepada saudara-saudara kita yang sedang menjalankan ibadah di Pura Giriparti Mulawarman," ujar Aiptu Ade dalam keterangan resminya.

Ade juga menambahkan bahwa semangat toleransi yang ditunjukkan masyarakat Kubu Raya sangat luar biasa. "Polres Kubu Raya berkomitmen penuh menjaga momentum suci ini agar umat Hindu dapat menjalankan tahapan Nyepi dengan khusyuk tanpa ada gangguan sekecil apa pun," imbuhnya.

Kegiatan yang berlangsung hingga malam hari tersebut berjalan lancar. Setelah prosesi Tawur Agung, umat Hindu akan bersiap memasuki masa hening total selama 24 jam sebagai wujud introspeksi diri dalam menyambut tahun baru Saka 1948.




Penulis : Humas_cpt_ltr2002
Editor : Aiptu Ade
follow up : web resmi Polres Kubu Raya ( tbnewspolreskuburaya.id)
Call Centre : 110

Rabu, 18 Maret 2026

Peninjauan Dermaga KTM Rasau Jaya Jelang Arus Mudik Lebaran 2026

Rasau Jaya - Dalam rangka kesiapan arus mudik Idul Fitri 1447 H/2026 M. Bupati Kubu Raya, H. Sujiwo, S.E., M.Sos., melakukan peninjauan di Dermaga KTM Rasau Jaya, Dusun Rasau Kapuas Desa Rasau Jaya Umum Kecamatan Rasau Jaya Kabupaten Kubu Raya. Rabu, 18 Maret 2026, siang. 

Kegiatan tersebut turut dihadiri sejumlah pejabat daerah dan instansi terkait, di antaranya Asisten II Setda, kepala OPD terkait, perwakilan Pertamina, jajaran Polres Kubu Raya, Kapolsek Rasau Jaya, serta Camat Rasau Jaya.

Dalam peninjauan tersebut, Bupati Kubu Raya menyampaikan beberapa hasil penting, di antaranya tarif angkutan kapal klotok tetap stabil tanpa kenaikan, serta operasional kapal penumpang dipastikan tidak melebihi kapasitas. Selain itu, pemilik kapal diminta menyediakan tempat sampah guna menjaga kebersihan sungai, serta masyarakat dihimbau untuk tidak membuang sampah sembarangan.

Namun demikian, terjadi kenaikan tarif pada speedboat sekitar 30% hingga 50% akibat kelangkaan BBM subsidi jenis Pertalite, sehingga operator beralih menggunakan BBM non-subsidi (Pertamax). Menyikapi hal tersebut, Bupati meminta pihak Pertamina berkoordinasi dengan pemerintah daerah agar dapat diberikan rekomendasi penggunaan BBM subsidi.
Peninjauan ini bertujuan untuk memastikan keselamatan penumpang, menjaga stabilitas harga tiket selama arus mudik, serta mencari solusi atas kenaikan tarif speedboat demi kelancaran transportasi masyarakat.


(Humas Polsek Rasau Jaya) 

CEGAH API MELUAS, TIM KARHUTLA POLSEK RASAU JAYA LAKUKAN PEMADAMAN.

Rasau Jaya – Upaya pencegahan meluasnya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terus dilakukan oleh Tim Karhutla Polsek Rasau Jaya...